BATIK
Dilihat dari namanya, sawat berarti lempar atau balang dalam bahasa Jawa. Munculnya di awali dari cerita tentang sosok dewa bernama Batara Indra. Dia memiliki senjata bernama wajra/ bajra yang cara menggunakannya dengan dilempar (sawat).
Digambarkan, saat dilempar senjata tersebut menyerupai wujud ular bertaring dan bersayap. Saking cepatnya, dipercaya indera mata tidak mampu melihat gerakannya, hanya sedikit meninggalkan sinar merah di langit. Ciri khas dari senjata tersebut adalah suara yang keras dan menakutkan ketika dilempar.
Suara yang menakutkan ini malah dipercaya dapat mendatangkan hujan bagi kemakmuran manusia. Gambar sayap yang menjadi ciri khas di motif sawat pengantin, terinspirasi dari gerakan wajra.
![]() |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar